Simpang PB VI Selo Samiran
Profil Desa

Samiran, ruang hidup di antara Merapi dan Merbabu

Desa Samiran berada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Lanskap pegunungan, tanah vulkanik, dan kehidupan agraris membentuk identitas desa yang tumbuh bersama alam.

Sumber SRC-01 · SRC-02 V-01, V-02, V-03, V-04, V-100

Tentang Samiran

Desa pegunungan dengan kehidupan yang berpijak pada alam

Samiran berkembang di kawasan Selo, di antara lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Kedua bentang alam tersebut bukan sekadar latar, tetapi bagian penting dari cara masyarakat mengenali ruang hidupnya.

Tanah vulkanik dan andosol mendukung kegiatan hortikultura dataran tinggi. Kubis, wortel, kentang, daun bawang, seledri, tomat, dan cabai tercatat sebagai bagian dari komoditas pertanian yang dijumpai di desa.

Di Samiran, bentang pegunungan, lahan pertanian, dan pengetahuan lokal bertemu dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber SRC-01 · EXT-AKD-01 · media terkurasi PHASE 3A V-90, V-100, V-101

Kondisi Geografis

Geografi yang membentuk cara hidup

Posisi desa pada lanskap Merapi–Merbabu menghadirkan lingkungan dataran tinggi dengan tanah subur yang menopang pertanian dan pengalaman desa pegunungan.

  1. 01

    Lanskap dua gunung

    Samiran berada di antara lereng Merapi di sisi selatan dan Merbabu di sisi utara—orientasi bentang alam yang konsisten di seluruh sumber utama.

  2. 02

    Tanah vulkanik

    Karakter tanah vulkanik dan andosol mendukung kesuburan lahan serta budidaya hortikultura dataran tinggi.

  3. 03

    Ruang hidup agraris

    Lahan pertanian menjadi bagian penting dari lanskap desa dan menghubungkan kondisi alam dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Sumber SRC-01 · EXT-AKD-01 V-90, V-100, V-101

Sejarah & Ingatan Lokal

Membaca jejak desa dengan jernih

Sejarah Samiran hadir melalui situs yang masih dikenali dan cerita yang diwariskan. Halaman ini membedakan keberadaan situs dari penuturan lisan agar keduanya tidak tercampur sebagai fakta yang sama.

  1. Situs
    Keberadaan situs terverifikasi

    Goa Raja

    Goa Raja, yang juga dikenal dalam sumber sebagai Pesanggrahan Ngindro Marto, merupakan situs nyata di lereng Merbabu dan tercatat dalam sejumlah sumber desa serta media.

    Sumber SRC-01 · SRC-02 · media terkurasi PHASE 3A V-37

  2. Tradisi lisan
    Berdasarkan tradisi lisan setempat

    Cerita yang hidup di sekitar Goa Raja

    Menurut penuturan masyarakat, Goa Raja dikaitkan dengan laku spiritual Pakubuwono VI dan pertemuan dengan Pangeran Diponegoro. Narasi ini disajikan sebagai tradisi lisan setempat, bukan sebagai kepastian sejarah.

    Sumber SRC-02 · media terkurasi PHASE 3A V-38, V-39

  3. Tradisi lisan
    Cerita yang berkembang di masyarakat

    Asal-usul nama Samiran

    Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, nama Samiran dikaitkan dengan tokoh Mbah Samir. Penuturan lain menghubungkannya dengan tafsir kata yang berarti angin. Keduanya dicatat sebagai ingatan lokal, bukan kesimpulan etimologis final.

    Sumber EXT-MED-04 V-41, V-42

Arah Kehidupan Desa

Dari lahan subur menuju praktik yang berkelanjutan

Karakter Samiran terlihat pada hubungan antara pertanian dataran tinggi, peternakan sapi perah, dan pemanfaatan sumber daya secara lebih sirkular.

Pertanian dataran tinggi

Komoditas sayuran menjadi salah satu penanda kuat lanskap produktif Samiran dan kawasan Selo.

Sumber SRC-01 · media terkurasi PHASE 3A V-90

Pemanfaatan biogas

Pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas pada skala rumah tangga dan komunal menunjukkan praktik energi terbarukan yang tumbuh dari potensi lokal.

Sumber SRC-01 · EXT-GOV-02 V-98

Ingin kembali melihat gambaran lengkap portal Desa Samiran?